Minggu, 28 April 2013

Degradasi Watch Part 2 : Serie A

Ngomong-ngomong tentang salvezza.Adalah sebuah kepercayaan bagi tim di Italia bahwa dengan mengemas 40 poin maka mereka tidak akan terdegradasi.Pekan ini mungkin Parma,Chievo,Atalanta,Sampdoria,Torino akan memastikan 40 poin mereka maka mereka saya tidak masukkan ke daftar tim yang bisa terdegaradasi.

Maka,Tengoklah klasemen sementara serie A
Pescara sudah pasti terdegradasi dengan 22 poin yang dia punya (hanya keajaiban mereka bisa memenangkan 4 pertandingan tersisa dan berharap 3 rival teratasnya terus kalah)
Untuk Pescara,kata salah satu admin di @MEDIO_Club,tulisan blognya menyinggung bahwa tim ini sarat talenta berharga murah yang siap diborong di akhir musim ini

Maka sorotlah 3 tim yang bisa mendapat tiket menuju serie B
ada Palermo,Genoa dan Siena
Selisih mereka hanya 1 poin dengan Siena memimpin perlombaan ( 30 poin ) untuk menuju gerbang keselamatan dan dikejar oleh dua tim terakhir yang sama sama punya poin 29.
Mereka sama-sama punya 5 pertandingan tersisa.
( Tulisan ini ditulis setelah Pescara sudah bertanding terlebih dahulu dan Palermo,Genoa dan Siena belum bertanding )

Tiga tim ini akan berjuang untuk selamat,tetapi dari jadwal yang tersisa,mungkin Genoa sangat diuntungkan karena mereka akan bertemu hanya satu tim yang masih perlu menang untuk mendapat targetnya yaitu Inter.Sisanya adalah tim yang sudah salvezza atau sudah terlalu jauh dari zona eropa.( Chievo,Pescara,Torino,Bologna )
Tetapi Genoa mempunyai masalah tersendiri dengan performa mereka yang hancur-hancuran musim ini.

Maka tinggal dua tim yaitu Palermo dan Siena

Siena-30 poin
Sisa lawan : Roma,Catania,Fiorentina,Napoli,AC Milan

Palermo-29 poin
Sisa lawan : Inter,Juventus,Udinese,Fiorentina,Parma

Sangat tidak menguntungkan bagi kedua tim ini memiliki jadwal pertandingan dimana mereka bertemu dengan tim yang sama-sama butuh kemenangan untuk mencapai targetnya.Mereka butuh mental dan performa tinggi untuk setidaknya mendapat poin.



Palermo memulai kampanye dengan Sannino, yang dipecat pada Pekan ke-3 untuk mendatangkan Gasperini, yang dipecat pada 4 Februari untuk Alberto Malesani, kemudian Gasperini terkesiap dipanggil kembali 19 hari kemudian dan sekarang telah meninggalkan Palermo "dengan kesepakatan bersama,  - dan siapa yang bisa menyalahkannya? Ini berarti Tim dari Sisilia ini telah mengalami perubahan manajemen yang lebih musim ini daripada menang. Pelatih 4-3 Menang.
Mereka mulai bangkit akhir akhir ini,performa 5 pertandingan terakhir adalah LWWDD dibawah Sannino.Performa yang tidak menawan,tetapi bisa menenangkan Maurizio Zamparini,presiden klub yang mungkin akan memecatnya setelah musim ini berakhir,apapun hasil yang didapat.Zamparini adalah orang yang tidak sabaran ( 51 kali memecat pelatih dengan 2 tim yang dia punya ),tetapi dia mungkin sadar Palermo perlu kepastian untuk menyelesaikan musim ini.Apapun yang terjadi.



Siena performanya naik turun musim ini.Tim asuhan Beppe Iachini sudah mengemas 30 poin dan butuh poin lebih banyak lagi.Melihat performa terakhir mereka DDDWL,mereka mungkin bisa selamat.Iachini mengatakan bahwa performa mereka sudah bagus,hanya perlu dipertahankan.Mereka mungkin ingin mengulang musim kemaren yaitu menggila di akhir musim untuk salvezza.

Maka,saya akan menulis bahwa akhir musim di serie A akan sangat seru untuk di tonton.Apalagi di bagian degradasi dan perebutan tempat ke eropa.
Bagaimana menurut anda ?

* @Obinhartono1 at Twitter
For @MEDIO_Club official blog *

Sabtu, 27 April 2013

Degradasi Watch Part 1 : EPL

Wigan Athletic mengalahkan Millwall 2-0 untuk mengisi tempat di final FA Cup dan akan baku hantam dengan Manchester City untuk memenangi piala itu.
Sementara itu
Wigan berada di posisi 18 di liga dengan 5 pertandingan tersisa untuk dimenangkan agar selamat dari degradasi.

Apakah Wigan akan memilih salah satu dari hal ini dan melepaskan yang lain ?
Ternyata tidak !

Wigan Athletic manager Roberto Martinez says his players are capable of conjuring another great escape

Menurut Manajer Wigan,Roberto Martinez,mereka bisa mendapatkan keduanya : Piala FA dan Tiket EPL
asal Wigan bisa konsisten mendapat hasil yang bagus dari pertandingan yang tersisa.
Tentunya jika mereka berhasil maka akan menjadi musim ke 9 berturut-turut bertahan di EPL serta dengan hadiah tiket Europa League (Yang sudah pasti di tangan mereka karena City akan menjadi peserta liga champions musim depan)

kembali ke zona merah
Mari kita singkirkan QPR dan Reading,yang walaupun dengan 24 poin mereka bisa selamat jika memenangkan semua pertandingan tersisa dan berharap Wigan dan Aston Villa kalah terus menerus,melihat performa kedua tim ini maka bisa dipastikan kita akan melihat mereka di Championship musim depan.

2 Kandidat terakhir yang akan mendapat tiket ke Championship adalah Wigan dan Aston Villa
Mari kita cermati :

Wigan : 5 pertandingan tersisa,31 poin
Aston Villa : 4 pertandingan tersisa,34 poin

Lawan Wigan : Tottenham,West Brom,Swansea,Arsenal,Aston Villa
Lawan Aston Villa:Sunderland,Norwich,Chelsea,Wigan

Performa Wigan memang terkenal lambat panas,tetapi akan menggila di akhir musim yang sering diperlihatkan beberapa tahun kebelakang,sedangkan Aston Villa terus-terusan menunjukkan performa yang tidak bagus beberapa tahun belakangan ini.

Tetapi jika kita mencermati pernyataan Roberto Martinez,maka konsentrasi Wigan akan terpecah karena mentarget 2 hal yang butuh energi ekstra yang bisa membuyarkan salah satu ambisi mereka atau keduanya sekaligus.Tetapi mental berbicara.Wigan melegenda dengan "Great Esape from Relegation" yang terus mereka lakukan setiap tahun.Dengan performa dan mental baja ini maka mereka akan mendapat apa yang mereka mau.

Maka kita lihat pada satu orang penentu,yaitu Paul Lambert.
Paul Lambert: A number of times can be drawn into relegation dogfight

Manajer Aston Villa ini menyatakan target mereka adalah selamat dan memperingatkan bahwa masih ada Sunderland,Stoke,bahkan Newcastle yang bisa degradasi selain tim dia dan Wigan
Psywar yang menarik tentunya.Saya sebagai penonton melihat bahwa Aston Villa adalah tim berbintang yang bermain dengan performa yoyo.Tim dengan rataan pemain muda yang memiliki masa depan cerah seperti Benteke dan Weimann seharusnya bisa bersaing di papan tengah,tetapi bagi Aston Villa,terjerembap terus menerus di zona merah tentunya tidak mengasyikkan.
Harapan bahwa Paul Lambert akan membawa tim ini bersaing setelah masa kegelapan dengan Mcleish ternyata malah menjadi pertarungan untuk bebas dari degradasi.
Harapan saya pada dia adalah membangkitkan mental timnya agar bermain dengan baik sehingga bisa selamat.Tentunya jika performa mereka bagus dan mereka selamat,maka bisa dipastikan banyak tim yang antri mau mengambil banyak pemain muda mereka.Mungkin motivasi ini yang perlu diberikan Lambert.

Kedua tim ini akan baku hantam di pekan terakhir.Jika persaingan mendapat tiket ini akan dibawa hingga sebelum garis finis,maka pertandingan ini harus anda saksikan.

Konsistensi dan Kemauan diimbangi performa dan mental akan menjadi penentu hasil akhir yang akan mereka dapat.

* @Obinhartono1 at Twitter
for @MEDIO_Club official blog*

Note : Jika anda sama gilanya dengan Lambert,mungkin anda akan memasukkan Newcastle,Stoke dan Sunderland ke daftar tim yang mungkin terdegradasi musim ini


Jumat, 08 Februari 2013

Premier League setuju peraturan baru

Hari ini,premier league membuka lembaran baru bagi keuangan klub yang berlaga di liga tertinggi sepakbola inggris ini.

Liga Premier mengatakan klub yang akan dihukum dengan pengurangan poin jika mereka melanggar kontrol pengeluaran baru.
Setiap tim tidak akan diizinkan untuk membuat kerugian total lebih dari £ 105 juta selama tiga musim berikutnya dan harus membatasi tagihan upah pemain meraka dari musim depan.
"Jika klub melebihi pengeluaran lebih dari 105 juta £ kita akan memberi hukuman - pengurangan poin," kata bos Premier League Richard Scudamore.


Analisa
Gordon Farquhar
BBC koresponden berita olahraga
Satu hal yang telah dijamin dalam dunia tak terduga dari Premier League sepak bola adalah bahwa ketika pendapatan TV naik, begitu juga imbalan finansial untuk pemain.
Itu asumsi banyak orang bahwa jumlah mencengangkan disetujui oleh Sky dan BT untuk hak siar untuk tiga musim berikutnya akan menghasilkan sesuatu yang mencengangkan.
Namun, melawan kebiasaan bermain, klub telah menunjukkan tanda-tanda menahan diri dalam menjalankan bisnisnya. Bisakah keberlanjutan tidak menghabiskan banyak uang menjadi hal baru?


Secara teori, langkah ini akan hadir dengan klub kesempatan untuk membayar utang beberapa, mengamankan platform keuangan yang lebih stabil, dan bahkan menyiapkan sesuatu yang pergi untuk keadaan yang tidak diharapkan. Sekarang yang akan menjadi perkembangan yang menarik .....
Aturan ini dirancang untuk meningkatkan kesinambungan keuangan klub.
Investasi di bidang-bidang seperti stadion dan akademi akan dibebaskan.
Tujuannya adalah 'break even' model mirip dengan peraturan Financial Fair Play regulations yang diperkenalkan oleh UEFA kompetisi di Eropa. FFP ini memungkinkan hanya £ 38m (45m euro) Kerugian - secara signifikan kurang dari batas baru Liga Premier sebanyak £ 105 juta antara tahun 2013 dan 2016.
Menyetujui untuk biaya kontrol menandai perubahan besar untuk klub Premier League - mereka membuat kerugian kumulatif 361m £ di musim 2010-11 - dan Scudamore bersikeras sistem akan ditegakkan.
"Seperti dengan semua hal dalam buku aturan kami, Anda akan dikenakan suatu hukuman," kata eksekutif kepala Premier League klub.
"Biasanya kami tinggal diam tapi jelas jika ada pelanggaran material dari aturan kita akan meminta komisi untuk mempertimbangkan sanksi berat."
Scudamore menegaskan akan ada "larangan mutlak" pada tim melaporkan kerugian lebih dari £ 105 juta selama tiga tahun ke depan, dengan sanksi pertama yang mungkin pada tahun 2016.
Dari 20 klub, hanya Manchester City, Chelsea dan Liverpool telah melaporkan kerugian lebih dari £ 105 juta selama tiga tahun terakhir, menurut paling up-to-date account diterbitkan.
Ini muncul bahwa suara untuk peraturan keuangan hampir tidak bisa lebih dekat dengan hanya 13 dari 20 klub memilih mendukung, dengan enam menentang dan satu abstain.
'Ya' suara hanya mencapai mayoritas dua pertiga yang diperlukan dari suara 19.
Hal ini dipahami bahwa Fulham, West Bromwich Albion, Manchester City, Aston Villa, Swansea City dan Southampton semua akan menentang. Chelsea, yang semula dipandang sebagai penentang keuangan peraturan fair play, sebagai pendukung aturan baru ini.
"Seorang pemilik baru masih dapat menginvestasikan jumlah uang yang layak untuk meningkatkan klub mereka, tetapi mereka tidak akan membuang ratusan dan ratusan juta [pound] dalam waktu yang sangat singkat," kata Scudamore.
"Meskipun telah bekerja selama beberapa klub dalam 10 tahun terakhir, kalau itu akan dilakukan di masa depan itu akan harus lebih sedikit jangka panjang tanpa kerugian besar yang dibuat.


Kunci regulasi fakta keuangan
  • Premier League baru aturan negara masing-masing tim selama tiga musim berikutnya tidak akan diizinkan untuk membuat kerugian total lebih dari £ 105 juta
  • Dalam periode yang sama, klub yang jumlah upah tagihan lebih dari £ 52m hanya akan diizinkan untuk meningkatkan gaji mereka oleh akumulasi £ 4m per musim
  • Setiap klub membuat kehilangan £ 5m di atas setahun harus menjamin kerugian tersebut terhadap aset pemilik
  • Hukuman terberat karena melanggar peraturan baru adalah pengurangan poin
  • Fulham, West Bromwich Albion, Manchester City, Aston Villa, Swansea City dan Southampton diyakini memiliki suara menentang peraturan
  • Hanya Manchester City, Chelsea dan Liverpool telah melaporkan kerugian lebih dari £ 105 juta selama tiga tahun terakhir
  • Peraturan Liga Premier jauh lebih ketat daripada UEFA untuk sisi kompetisi Eropa yang hanya memungkinkan untuk kerugian £ 39.4m selama tiga tahun sebelum tahun 2014/15



"Saya pikir dengan 105 juta £ Anda masih dapat membangun sebuah klub yang sangat layak dengan dana pemilik substansial tetapi Anda harus melakukannya dari waktu ke waktu, bukan dalam satu musim."
Chelsea menjuarai Premier League dua tahun setelah Roman Abramovich mengakuisisi Stamford Bridge, dan Manchester City merebut gelar setelah tiga tahun pengambilalihan Sheikh Mansour.
Setiap klub membuat kehilangan atas £ 5m setahun harus menjamin kerugian tersebut terhadap aset pemilik, yang seharusnya membantu mencegah situasi yang menimpa Leeds dan Portsmouth.
"Dalam beberapa hal itu bagian paling penting, ini adalah sistem tiga-tahun bergulir pendanaan aman - itu satu tahun saat ini," tambah Scudamore.
Klub yang jumlah gaji lebih dari £ 52m hanya akan diizinkan untuk meningkatkan gaji mereka oleh akumulasi £ 4m per musim untuk masing-masing tiga tahun ke depan (2013-14: £ 4m, 2014-15: £ 8m, 2.015-16 : £ 12m).
Namun, itu hanya berlaku untuk pendapatan terpusat didistribusikan oleh Liga Premier - dasarnya pendapatan TV - dan tidak mencakup uang ekstra yang datang dari peningkatan pendapatan komersial atau matchday.
Mengukur 'jangka pendek pengendalian biaya' hanya berlaku untuk klub dengan gaji pemain lebih dari 52m £ pada 2013-14, £ 56m di 2014-15 dan £ 60m di 2.015-16.
Salah satu pemilik West Ham David Gold mengatakan bahwa proposal untuk kontrol telah menerima dukungan dari mayoritas ketua.
"Kita semua sebagai dan itu sangat didukung, bukan oleh semua klub - beberapa agak khawatir - tapi sebagian besar klub suara mendukung," jelasnya.
"Ini bukan soal gaji, itu adalah hal menahan diri dalam pengeluaran. Jika klub meningkatkan pendapatan mereka maka mereka dapat meningkatkan pengeluaran mereka.
"Kami sudah dapat menahan diri, itulah yang penting Apa yang menyebabkan seluruh hal yang kita harus menghindari yang klub lain masuk dalam kesulitan keuangan..."
Menteri Olahraga Hugh Robertson berkomentar: "Saya senang bahwa Premier League telah sepakat dalam peraturan keuangan yang akan membantu memastikan mereka dijalankan secara lebih berkelanjutan.
"Pemerintah sudah jelas bahwa kita ingin klub berada pada pijakan keuangan yang aman untuk kesehatan jangka panjang dari permainan ini adalah langkah yang disambut dan positif.."

Mungkinkah peraturan ini akan semakin menutup juarang antara tim medioker dengan tim papan atas ?
Kita lihat saja…

@Obinhartono1 on Twitter
For @MEDIO_Club
Dari
dengan sedikit perubahan

Rabu, 30 Januari 2013

Jendela transfer Januari: Keberhasilan dan kegagalan dari tahun 2003



Kita menengok kembali 10 tahun yang lalu saat transfer bulan januari untuk pertama kali diperbolehkan.Tulisan dari BBC ini bagus untuk dibaca...


Arsene Wenger mengatakan itu tidak adil. Michel Platini percaya itu merusak. Harry Redknapp bahkan telah menyamakannya dengan "perang geng".
Tapi, suka atau benci itu, jendela transfer Januari kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kalender sepakbola selama satu dekade.
Desakan FIFA untuk membatasi gerakan permanen selama musim dingin untuk periode satu bulan itu enggan diterima oleh sepakbola Inggris untuk kampanye 2002-03.
BBC Sport melihat pada daftar transfer dan mengkategorikannya dari jendela transfer pertama 10 tahun yang lalu.

1.Christophe Dugarry, Bordeaux ke Birmingham (loan)

Apa yang mereka katakan: "Belum ada pemain yang lebih baik dari dia yang pernah bermain untuk klub ini." Steve Bruce, Birmingham manager.

Dengan CV yang termasuk menjuarai Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa, belum lagi permainannya di AC Milan dan Barcelona, ​​banyak orang kaget ketika Dugarry pindah dari Bordeaux untuk Birmingham yang baru promosi.
Sementara ia gagal mencetak gol dalam 10 pertandingan pertamanya, Dugarry merupakan katalisator untuk akhir musim saat sukses menyelamatkan timnya dari jurang degradasi.
Lima gol dalam empat pertandingan ke depan membuat pemain Perancis ini meraih transfer permanen di Mei tapi ia pindah setahun kemudian. Keluarganya tidak mampu untuk beradaptasi, dan ia berjuang dengan cedera lutut.
Meskipun bersinar hanya sebentar untuk Blues, ia sangat diingat oleh fans, yang memilih dia sebagai salah satu pemain pertama yang diabadikan oleh Hall of Fame klub pada tahun 2010.
Apa yang terjadi selanjutnya: Dugarry pensiun setelah bermain singkat di Qatar. Dia sekarang menjadi penyiar di stasiun Canal Perancis.

2.Yakubu, Maccabi Haifa ke Portsmouth (loan)

Apa yang mereka katakan: "Aku berkata kepada Alex Ferguson bahwa saya sedang berusaha untuk mendapatkan Yakubu, dan dia berkata, 'Harry, bawa dia ke mobil Anda sekarang - dia kuat." Harry Redknapp, manajer Portsmouth.

Banyak klub yang menonton pemain Nigeria ini, yang telah menjaring lima gol di Liga Champions untuk Maccabi Haifa di paruh pertama musim ini, sehingga Redknapp harus bergerak cepat untuk membawa dia ke Tim Divisi Satu Portsmouth.
Promosi sepatutnya dicapai, dengan pemain berumur 20 tahun ini memberikan kontribusi tujuh gol dalam 14 pertandingan. Pompey harus membayar £ 4.2m untuk kepindahan permanen, namun 'The Yak' segera membuktikan kemampuannya, dan menjaring 113 gol selama sembilan tahun bermain di Inggris.
Apa yang terjadi selanjutnya: Dia bermain untuk Middlesbrough, Everton, Leicester dan Blackburn sebelum bergabung Guangzhou R & F menyusul degradasi Rovers 'tahun lalu. Dia mencetak sembilan gol dalam 14 pertandingan di musim pertamanya, dan mengatakan ia menikmati kehidupan di Cina.

3.Jonathan Woodgate, Leeds ke Newcastle (£ 9m)

Apa yang mereka katakan: "Tidak ada hal seperti jigsaw lengkap dalam sepakbola, tapi untuk saat ini ia bisa dianggap sebagai bagian terakhir bagi kami." Sir Bobby Robson, manajer Newcastle.

Kepindahan Woodgate memprovokasi lolongan protes dari fans Leeds yang sudah melihat Olivier Dacourt, Robbie Fowler dan Lee Bowyer meninggalkan Elland Road di jendela Januari. Penjualan Woodgate di hari terakhir transfer, pemain muda lulusan Leeds yang digembar-gemborkan sebagai salah satu dari '"permata mahkota", dijual untuk memperlihatkan betapa putus asa Leeds adalah untuk menyeimbangkan keuangan.
Masalah cedera membuat ia bermain hanya 28 dari 51 Premier League game untuk Newcastle. Tapi wujudnya masih cukup baik untuk menarik perhatian Real Madrid, dan Magpies membuat keuntungan yang sehat ketika mereka menerima tawaran £ 13.4m dari klub Spanyol pada tahun 2004.

Januari transfer
Premier League klub membayar £ 925m dalam biaya transfer Januari antara 2003 dan 2012.
Hanya £ 35m dihabiskan selama jendela pertama, dibandingkan dengan rekor £ 225m pada tahun 2011.
Kisah selanjutnya :
Sebuah cedera paha berarti ia menunggu 13 bulan untuk membuat debutnya di Real - yang berakhir dengan bencana setelah ia mencetak gol bunuh diri dan diusir dari lapangan. Pembaca Marca kemudian memilih dia penandatanganan La Liga terburuk dari abad ke-21.
Apa yang terjadi selanjutnya: Setelah meninggalkan Bernabeu ia menjalankan tugas dengan Middlesbrough, Tottenham Hotspur dan Stoke. Dia bergabung dengan Middlesbrough untuk kedua kalinya musim panas lalu.

4.Roberto Martinez, Walsall ke Swansea (gratis)

Apa yang mereka katakan: "Dalam hal membawa pemain, Roberto adalah lemparan terakhir dari dadu bagi kita." Brian Flynn, manajer Swansea.

Siapa yang tahu di mana finalis Piala Liga Swansea hari ini tanpa Martinez. Dia tidak benar-benar sebuah penandatanganan jendela (Football League awalnya dibebaskan dari pembatasan transfer) tetapi kedatangannya di bulan Januari tetap membuktikan titik balik untuk Swansea yang terjerembap di klasemen.
Menyerahkan ban kapten, pengaruh  yang menenangkan dari Martinez di lini tengah terbukti penting. The Swans kehilangan poin hanya lima dari 19 pertandingan terakhir mereka dan menghindari dari degradasi dengan menang melawan Hull di hari terakhir liga.
Martinez membantu Swansea naik dari tingkat keempat ke Championship, mengambil alih sebagai manajer pada tahun 2007. Ia berperan penting dalam memperkenalkan permainan ala Spanyol/passing yang telah menjadi ciri khas Swans 'dalam beberapa tahun terakhir.
Apa yang terjadi selanjutnya: Martinez meninggalkan Stadion Liberty pada tahun 2009 untuk mengambil alih managerial bekas klubnya yang lain, Wigan.

5.Robbie Fowler, (Leeds ke Manchester City, £ 3m naik menjadi £ 6m)

Apa yang mereka katakan: ". Spesialis mengatakan itu adalah risiko tinggi karena ia belum bermain 90 menit untuk Leeds [musim ini] saya tahu itu dan saya tidak khawatir." Kevin Keegan, manajer Manchester City.

Fowler awalnya tidak berminat, tetapi mengalami perubahan hati dua minggu kemudian setelah Keegan membayarnya kunjungan pribadi, menguraikan ambisinya untuk klub.
Hanya 14 bulan sebelumnya Leeds telah membayar £ 11m Liverpool untuk pemain timnas Inggris ini. Tetapi, saat klub Yorkshire ini membutuhkan uang, Keegan mendapat pemainnya untuk sekitar setengah harga.
Striker ini menyumbang 20 gol liga dalam tiga tahun di Eastlands, tapi fans City tidak pernah cukup melihat yang terbaik dari dirinya. Setelah sering cedera, dia diizinkan untuk bergabung kembali Liverpool pada tahun 2006.
Apa yang terjadi selanjutnya: Fowler sekarang tanpa klub sejak ia mundur sebagai pemain-manajer tim Thailand Muangthong United pada 2012. Dia sekarang berfokus menjadi komentator pertandingan dan bisnis miliknya.

6.Michael Ricketts, (Bolton ke Middlesbrough, £ 3.5m)

Apa yang mereka katakan: "Middlesbrough adalah klub jauh lebih besar daripada Bolton - Saya dapat mencapai karir utama saya di sini." Michael Ricketts

Dikenang oleh banyak orang sebagai salah satu keajaiban, Ricketts pindah ke Middlesbrough pada hari terakhir transfer,berharap untuk mendapat kembali bentuk permainanya yang telah membuatnya mendapatkan pengakuan dari publik Inggris hanya setahun sebelumnya.Sebelum pindah ia hanya mencetak 3 gol dari open play setelah debut timnas maelawan Belanda.
Teessiders mengalahkan Tottenham untuk mendapat tanda tangan pemain 24-tahun ini. Tetapi sementara ia adalah bagian dari Boro yang mengalahkan Bolton di final Piala Liga,ia gagal. Dia pergi pada tahun 2004, setelah hanya mencetak gol empat kali.
Apa yang terjadi selanjutnya: Ricketts bermain untuk sembilan klub liga yang lebih rendah dalam enam tahun, tetapi telah tanpa klub sejak dilepas oleh Tranmere tiga tahun lalu.

7.Malcolm Christie (Derby ke Middlesbrough, £ 3 juta - termasuk Chris Riggott)

Apa yang mereka mengatakan: "Kami membayar £ 9m untuk Christie di musim panas dan ketika Ricketts bermain untuk Inggris Anda berbicara £ 10m - sehingga ini telah menjadi penawaran yang sangat baik." Steve McClaren, manager Middlesbrough.

Lain hari batas waktu transfer untuk Boro, Christie bergabung bersama bekas rekan setimnya Chris Riggott.
Striker ini telah bermain sebanyak 11 kali untuk Inggris U-21 selama di Derby, dan sekali mencetak gol kemenangan Rams dalam pertandingan Liga Premier di Old Trafford.
Namun, waktunya di Boro dirusak oleh cedera, termasuk dua kaki patah.
Apa yang terjadi selanjutnya: pindah pada tahun 2007, ia mencoba comeback dengan Leeds sebelum pensiun pada tahun 2009 karena cedera tulang belakang. Tahun lalu ia mulai karir baru sebagai seorang salesman di sebuah dealer Aston Martin.

8.Lee Bowyer (Leeds ke West Ham, £ 300.000)

Apa yang mereka katakan: "Saya pasti tidak merasa seperti saya berjudi dengan Lee Saya percaya diri seperti yang Anda dapat bahwa ia akan menjadi penandatanganan yang baik.." Glenn Roeder, manajer West Ham
kontrak Bowyer di Leeds ditetapkan untuk berakhir pada akhir musim itu, sehingga dia diperbolehkan untuk bergabung dengan klub masa kanak-kanaknya untuk apa yang tampaknya transfer biaya murah.

Dia nyaris bergabung dengan Liverpool untuk £ 9m musim panas sebelumnya, tapi West Ham membujuk Leeds untuk menerima tawaran yang jauh lebih kecil dengan menawarkan bonus £ 1m jika Hammers selamat dari degradasi musim itu.
Namun, Bowyer membuat dampak kecil, gagal mencetak gol dalam 10 penampilan sebelum hilang kepercayaan karena cedera.
"Aku membiarkan hatiku mengatur kepala saya. Saya tidak cocok, sehingga saya benar-benar tidak menikmati apapun yang saya lakukan, "yang Bowyer katakan kemudian.
Apa yang terjadi selanjutnya: Bowyer kembali untuk kedua kalinya di Upton Park pada tahun 2006. Setelah dilepas oleh Ipswich tahun lalu ia membuat usaha yang gagal untuk memenuhi syarat untuk Kejuaraan Golf Terbuka.

Transfer Januari bisa berdampak baik ataupun buruk,tergantung banyak faktor.Semoga tim anda sukses dalam musim transfer ini.

@Obinhartono1 at Twitter
for @MEDIO_Club

Tulisan ini diambil dari
http://www.bbc.co.uk/sport/0/football/21185922
dengan sedikit pengubahan

Jumat, 28 Desember 2012

Dedikasi seorang pendukung Udinese saat bertandang melawan Sampdoria mengungkap masalah yang ada Serie A

Tertarik mengalih bahasakan artikel tentang seorang pendukung Udinese yang sendirian saat bertandang ke Sampdoria dan hubungannya dengan masalah yang dihadapi liga Italia sekarang...




Arrigo Brovedani berjalan sendirian walaupun tim yang didukungnya Udinese tidak ketika mereka bermain melawan Sampdoria di Genoa pada Senin malam. 'Berjalan' digunakan dalam arti kiasan disini. Karena Brovedani sebenarnya berkendara.
"Aku baru saja masuk ke dalam mobil dan pergi," katanya, seolah-olah, perjalanan sepanjang 500 km selama lima jam perjalanan dari rumahnya di Spilimbergo di sudut timur laut Italia dekat perbatasan Slovenia,  ke Genoa di barat laut itu seperti berkeliaran ke sudut toko untuk mendapatkan sekotak susu.
Sebenarnya, Brovedani harus berada di sana karena bisnis. Dia bekerja untuk sebuah perusahaan anggur dan memiliki pertemuan untuk dihadiri di daerah tersebut. Bahwa pekerjaan itu terjadi bertepatan dengan pertandingan Udinese menjadi lebih baik lagi.
Sebagai fans yang bertandang, mendapatkan tiket tanpa banyak dicurigai dan tanpa kartu kontroversial tessera del tifoso itu tidak mudah. Banyak yang tidak suka pergi dan menonton sepak bola daripada mendapatkan satu tiket dan mengorbankan kebebasan sipil mereka dan diperlakukan dengan kecurigaan. Namun Brovedani tidak gentar.
Ia dapat berhubungan dengan fan club Udinese setempat untuk saran, mencoba untuk melewati beberapa rintangan birokrasi walaupun sulit, tapi dapat ia lakukan dan ia menghubungi Sampdoria untuk melihat apakah mereka bisa membantunya menonton timnya. Mereka terlalu senang untuk membantunya. Kenapa? Karena hanya dialah pendukung Udinese yang datang.
"Biasanya jika kami away,ada sekitar 80 dari kita. Banyak pendukung datang, "katanya kepada Rai Sport. "Jujur, saya pikir saya akan menemukan diri di antara setidaknya lima atau enam fans Udinese."

Sayangnya, ia sendirian. "Setelah aku sampai ke tribun,saya menemukan bahwa saya adalah satu-satunya [Udinese] fan disana. Pada saat itu petugas bertanya apakah aku ingin duduk di tribun utama, tapi saya bersikeras untuk duduk di tribun untuk fans away, mengingat saya telah membayar untuk tiket itu. "
Dan sebagainya, petugas dari Sampdoria membuka 'gabbietta' atau kandang kecil yang biasanya dipakai ultras yang mengunjungi Sampdoria untuk Brovedani.
"Ketika aku memasuki tribun,saya sadar bahwa saya adalah satu-satunya orang yang ada di sana.Saya berteriak: 'Forza Ragazzi'. Antonio Di Natale mendengar saya dan berkata:. "Turunlah dan menghangatkan diri dengan kami '"
Brovedani, bagaimanapun, tahu bahwa dia tidak bisa. Dia berdiri menempel pagar merah sambil mengikat bendera berlatar biru dan gambar kuning elang, simbol dari wilayah Friuli. "saat itu dingin," kenang Brovedani, "tapi saya menghibur diri dengan cabernet besar yang aku bawa dari Friuli."
Udinese membantu menghangatkan dia juga. Danilo menendang bola ke sudut gawang untuk menempatkan Udinese di depan setelah 17 menit dan Di Natale memanfaatkan sebuah kesalahan defender sebelum akhir babak pertama untuk membuat Udinese unggul 2-0 atas Sampdoria.
Brovedani merayakannya secara liar, sama seperti yang ia lakukan setelah interval ketika Brkic menyelamatkan penalti dari Nicola Pozzi untuk memastikan timnya bertahan sampai akhir untuk menang. Anehnya daripada menghina, para pendukung Sampdoria memuji Brovedani dengan penuh rasa hormat.
"Mereka semua sangat baik" katanya. "Para petugas menawari saya kopi, dan direktur Sampdoria dari  departemen pemasaran datang ke tribun saya untuk memberi saya hadiah kecil [kaus pertandingan yang dipakai Eder atau kapten Daniele Gastaldello].
"Pada akhirnya, ketika aku meninggalkan stadion,saya bertemu dengan beberapa penggemar Sampdoria dan mereka menawarkan untuk membawa saya untuk minum, memuji saya atas gairah saya ... Aku hanya menyesal aku tidak bisa berhenti lebih lama tapi aku harus melanjutkan perjalanan karena saya memiliki banyak komitmen kerja selama beberapa hari ke depan. "
Setelah diidentifikasi dan benar walaupun sebelumnya La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa ia awalnya adalah orang lain, yaitu Rino Alzetta penjaga pintu hotel dari Monte Carlo-Brovedani telah menjadi pahlawan kultus, ikon tifosi, representasi terbaik dari pendukung di Italia.
Kesediaannya untuk berdiri oleh klubnya sendiri dan jika perlu ditafsirkan oleh beberapa orang sebagai momen anti-Schettino, referensi dari kapten kapal pesiar Costa Corcordia yang secara tidak benar meninggalkan kapal yang tenggelam di lepas pantai Italia sehingga menewaskan 32 orang tahun ini.
Mungkin itu berlebihan. "Mungkin jika ada dua dari kami, tidak ada yang akan membuat keributan tentang hal itu," kata Brovedani. Hal ini juga dibantu karena pertandingan itu disiarkan langsung di TV.
Ketika salah satu penggemar Livorno, Corrado Nastasio yang berumur 66 tahun dan bekas pemain membuat perjalanan 1.000 km dari Tuscany ke Calabria untuk menonton klubnya bermain melawan Reggina di Serie B pada bulan Oktober, itu membuat berita utama tetapi tidak sama seperti hal ini.
Di satu sisi, kasus seperti ini menghangatkan hati dan terlihat romantis. Brovedani dan Nastasio adalah Irreducibili nyata, lebih daripada ultras yang pergi mendukung tim mereka. Paling murni dan paling jujur ​​bahwa niat yang mereka inginkan adalah untuk menonton dan mendukung klub mereka.
Di sisi lain, hal itu mencerminkan realitas suporter di Italia. Memang pada hari yang sama yang sama seperti Brovedani mengikuti Udinese di Genoa, La Repubblica menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bagaimana rata-rata penonton di Serie A hanya 20.732 dengan hanya 48,1% dari kapasitas stadion yang digunakan. Ini artinya jika dibandingkan dengan Bundesliga [dengan 42.257 rata-rata 86,1% dan kapasitas yang digunakan] dan Liga Premier [dengan 35.753 dan kapasitas 94,6% yang digunakan].
Kehadiran penonton telah jatuh sebesar 7,8% di Serie A tahun ini. Angka itu, bagaimanapun, harus diambil dengan sejumput garam. Sebagian besar diduga karena penjualan tiket musiman terendah di Milan selama era Berlusconi, kerugian yang besar jumlahnya, menyusul kepergian dari Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic di musim panas.
Penonton sepakbola dengan berbagai masalah di Italia terdokumentasi dengan baik. Ancaman kekerasan yang dirasakan terlepas dari fakta bahwa insiden secara keseluruhan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi untuk penonton tidak datang ke stadion
Yang lain merasa bahwa itu lebih mengganggu daripada yang layak, dan bahwa kartu ID yang diperkenalkan untuk mengatur penggemar setelah kematian tragis polisi Filippo Raciti tahun 2007 melanggar kebebasan sipil, mengkriminalisasi bersalah dan membawa kecurigaan yang tidak adil.
Brovedani mengalami hal ini pada Senin malam. "Ada juga beberapa petugas dari Questura yang menanyakan saya beberapa pertanyaan untuk memastikan bahwa saya tidak punya niat buruk, tapi mereka segera mengerti bahwa aku adalah orang bertipe tenang."
Selain itu, tentu saja, ada masalah TV satelit dan oleh perubahan waktu kick-off yang sama tetapi di atas semua berarti bahwa pendukung lebih aman dan lebih nyaman untuk tinggal di rumah dan menonton TV daripada menonton langsung tim Anda dengan stadion yang akn runtuh dan bobrok serta kepemilikan stadion oleh dewan kota di mana fasilitas yang miskin dan pandangan Anda ke lapangan terhalang di Italia.
Tidak semua hal ini malapetaka dan kesuraman,bahwa Juventus telah menunjukkan jalan.Stadion baru mereka, sejak tahun lalu dibuka, menjadi simbol kemenangan, bukti bahwa jika Anda dapat membangun dan itu benar-benar tempat yang bagus untuk mereka di masa yang akan datang.
Pertandingan dengan Cagliari di Coppa Italia, kompetisi ini biasanya  tidak membawa banyak penonton/keramaian, tentu pada tahap ini, akan dimainkan di depan penonton yang memenuhi stadion, meskipun penonton beberapa datang untuk melihat aksi pertama Antonio Conte setelah menjalani hukuman tidak mendampingi timnya.
Tidak setiap klub mampu untuk keluar dari stadion milik dewan kota dan membangun stadion kepunyaan sendiri. Inter telah mencari investasi dari China. Cagliari meninggalkan Sant'Elia untuk ke Trieste, menyebabkan kemarahan karena berkandang jauh dari kotanya sendiri, lelucon ditengah kekecewaan dan putus asa pada pemilik membawa masalah ke fokus yang lebih tajam.
Ada rasa frustrasi di Italia bahwa hukum seharusnya untuk memfasilitasi pembangunan stadion baru berulang kali diubah, undang-undang sekarang menjadi alasan siap pakai mengapa begitu sedikit kemajuan yang telah dibuat pada pesepakbolaan Italia.
Menjadi tuan rumah suatu kejuaraan besar mungkin sekali telah memberikan percikan yang diperlukan Italia. Artinya, bagaimanapun, tidak lagi muncul menjadi skenario yang mungkin, setidaknya tidak dalam waktu dekat.
Italia mengajukan tawaran untuk Euro 2008, tapi mengingat bagaimana proses keputusan tentang alokasi datang begitu cepat setelah skandal Calciopoli, UEFA tidak memberikan kepercayaan itu pada mereka kepada mereka. Seperti untuk Euro 2012, Italia memiliki sejumlah kecurigaan mengenai mengapa mereka dilecehkan lagi.
Tawaran lain mungkin harus ditolak pada saat keadaan ini keuangan negara memburuk dan bagaimana upaya Italia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 dijatuhkan karena Perdana Menteri Mario Monti berkenaan pada masalah itu "tidak akan bertanggung jawab".
Sementara itu, para penggemar harus tetap bertahan. Dengan demikian, mereka bisa melakukan hal lebih buruk daripada semangat yang ditunjukkan Arrigo Brovedani, yang berdiri di sana karena keinginan sendiri, 500 km jauh dari rumah dengan Gabbietta berkarat dan hanya ditemani bendera dan cabernet. Karena itulah apa artinya menjadi seorang pendukung, berkantong tebal dan tipis, waktu baik dan buruk, di mana pun, kapan pun.

Alih Bahasa dengan sedikit perubahan dari :

http://blogs.thescore.com/counterattack/2012/12/12/horncastle-udineses-dedicated-lone-away-supporter-against-sampdoria-reveals-turnout-issues-in-serie-a/#more-40442

@Obinhartono1 on Twitter.

Kamis, 27 Desember 2012

Henning Berg dipecat: Apakah Blackburn Rovers sedang terjun bebas?

baru kemarin saya menemukan artikel bagus tentang Blackburn Rovers,maka saya alih bahasakan....





Pada tahun 1995 Blackburn Rovers adalah juara Inggris, mempermalukan Manchester United pada hari terakhir yang mendebarkan di Liga Premier. Sejak itu mereka terjun bebas.
Henning Berg dipecat sebagai manajer setelah hanya 57 hari menjabat adalah yang terbaru dalam daftar keputusan kontroversial oleh pemilik klub,Venky.
Dua tahun Venky memiliki klub tersebut dan telah melihat klub jatuh dari papan atas Premier League ke papan bawah Championship.
Tiga manajer telah datang dan pergi dalam 2 tahun tersebut yang dengan satu jurnalis menggambarkan masa jabatan mereka sebagai "bencana".
Sebuah klub bangga sekali telah menjadi "bahan tertawaan" dan "berantakan" menurut salah satu mantan pemain sementara pendukung terkemuka menyebut situasi ini "mengkhawatirkan" dan "putus asa".

BBC Sport berbicara kepada mantan pemain Jason Wilcox, pendukung Glenn Mullen dan jurnalis Andy Bayes dan analisis lain tentang hari penting di Ewood Park.

Jason Wilcox - mantan pemain yang memenangkan Liga Premier dengan Blackburn pada tahun 1995


Dua tahun dengan Venky

Nov 2010: perusahaan unggas raksasa Venky itu menjadi perusahaan India pertama yang memiliki klub Liga Primer
Dec 2010: pemilik klub memecat manager yang populer di mata fans Sam Allardyce dengan klub di posisi 13 Premier League
Dec 2010: Steve Kean ditunjuk sebagai manajer sementara - kemudian ditunjuk penuh waktu
Desember 2011: Pendukung protes terhadap kepemilikan Venky ini
September 2012: Steve Kean mengundurkan diri sebagai manajer setelah klub terdegradasi ke Championship di bulan Mei
Oktober 2012: Henning Berg diangkat dan dipecat dalam waktu 57 hari dengan klub di posisi 17 Championship



"Ini adalah dampak dari hasil yang dicapai klub dan hasilnya belum bagus Namun, saya pikir dia mewarisi kekacauan dari 18 bulan sebelumnya dan tidak membutuhkan waktu untuk mengungkap itu dan mendapatkan tim Anda sendiri masuk.
"Jika pemilik menjadi reaktif 12-18 bulan lalu maka saya tidak berpikir klub akan berada di situasi ini.
"Saya pikir pemecatan adalah sedikit terlalu dini. Dia ingin membawa pemain sendiri dan dari sudut pandangnya ia membutuhkan lebih banyak waktu.
"Ini ada bagi semua orang untuk melihat bahwa selama dua atau tiga tahun terakhir sejak Sam Allardyce meninggalkan Blackburn Rovers sudah sedikit berantakan.Tim menjadi salah satu terbaik dalam pengelolaannya, Sam pergi dan sekarang tim menjadi sedikit bahan tertawaan dalam cara masalah ditangani di dalm dan di luar lapangan sehingga klub ini jatuh bebas.. Mereka menunjuk Henning untuk menghentikan kebusukan tetapi karena ia belum mampu memilah kekacauan yang dia mewarisi, dia dipecat.
"Hanya satu kemenangan di 10 pertandingan tidak terlihat baik dan pemilik panik Blackburn Rovers adalah klub sepak bola yang fantastis, tetapi sekarang pemain yang dimiliki hanya tidak cukup baik dan itu adalah masalah terbesar. Para pemain yang dibawa Steve Kean  adalah alasan mengapa klub berada dalam posisi ini sekarang.
"Setiap manajer ingin mengelola klub dengan tradisi Blackburn Rovers.
"Mark Hughes akan menjadi favorit dan tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Blackburn masih klub Liga Premier Seorang manajer baru perlu uang untuk dibelanjakan dan kendali penuh untuk membuat keputusan sendiri dan untuk melakukannya dengan cara itu.."

Glenn Mullan - Ketua Kelompok Aksi Pendukung Blackburn Rovers


Berg dalm 57 hari yang menjabat
Main: 10
Menang: 1
Drawn: 3
Kehilangan: 6
Gol yang dicetak: 10
Gol kebobolan: 18
                      

"Ini tidak datang kejutan jika saya benar-benar jujur ​​-.. Terutama setelah satu kemenangan dalam 10 pertandingan Tapi apa yang mengejutkan adalah bahwa semua staf tim telah hilang.Kami punya pertandingan dalam dua hari, para pemain akan berada dalam kebingungan. Siapa yang memilih tim pada hari Sabtu?
"Para pendukung meminta manajer berpengalaman tapi itu bukan kesalahan Henning Berg Sayangnya itu tidak berhasil, dan itu bisa berubah menjadi keputusan 80m £ yang tidak beres -. Karena itu adalah berapa banyak yang akan dibayarkan Blackburn Rovers jika mereka tidak promosi musim ini.
"Kami telah menghabiskan banyak uang di musim panas, membawa Jordan Rhodes, dan membayar gaji yang sama seperti saat kami bermain di Liga Premier. Kerugian operasi kami adalah sedemikian rupa sehingga jika Blackburn membuat kesalahan dengan penunjukan manager baru, hanya Tuhan yang tahu di mana kita akan mengakhiri musim ini.
"Hal yang benar-benar putus asa dan seseorang harus bertanggung jawab untuk ini Manajer baru dan setelah 10 pertandingan telah angkat tangan dan berkata 'kami tidak melakukannya dengan benar',. Tetapi sementara itu Klub berada di posisi ke-17 Siapa yang akan bertanggung jawab?. Ini sangat mengkhawatirkan sekali sekarang.
"Mark Hughes tersedia dan saya tidak bisa memikirkan banyak penggemar yang tidak ingin dia kembali Tapi apakah dia ingin pekerjaan ini ?. Dari pandangan luar,siapa yang ingin bekerja di Blackburn Rovers? Klub kami telah berputar dan berada di posisi play-off untuk sekarang menjadi lebih dekat dengan degradasi Ini mengerikan.. "

Wartawan Andy Bayes - BBC Radio Lancashire Sport


 Managerial terpendek
Henning Berg (Blackburn,57 hari)
Brian Clough (Leeds,44 hari)
Les Reed (Charlton,41 hari)
Steve Coppell (Manchester City,33 hari)
Paul Hart (QPR,28 hari)
Leroy Rosenior (Torquay,10 menit)


"Ini keputusan yang akan membuat Asosiasi Manajer tidak akan senang dan itu akan membuat marah, pendukung klub lain yang berpikir Rovers membuat keputusan aneh dan tidak mungkin mereka lakukan.
"Sulit untuk menilai seorang manajer yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk membeli siapa pun di bursa transfer karena ia mewarisi skuad Steve Kean, tapi sayangnya pemilik menilai hasil berbasis kemenangan dan hanya satu dalam 10 pertandingan tidak cukup baik dan sesuatu harus diubah.
"57 hari tidak cukup untuk menilai tapi akan muncul pengangkatan manager ini adalah sebuah kesalahan dan mungkin Blackburn akan lebih baik untuk menunjuk seorang manajer yang tahu Championship.
"Popularitas pemilik tidak pernah besar dan hari-hari ini menjadi buruk.
"Sejak mengambil alih dua tahun lalu Venky telah membuat Blackburn terjerembap dari bagian atas Liga Premier untuk ke- peringkat 17 di Championship.Segala sesuatu yang mereka lakukan telah menjadi bumerang dan sejak pemecatan Sam Allardyce, segala sesuatu yang mereka lakukan telah menjadi bencana..
"Dalam dunia yang ideal mereka akan menunjuk seseorang yang tahu sepakbola Inggris, memiliki pengalaman managerial di Championship dan yang memiliki staf pelatih yang siap sehingga mereka dapat membuat keputusan langsung.
"Mark Hughes akan disambut kembali di Blackburn Rovers tetapi apakah ia akan bekerja di bawah tekanan berat adalah masalah lain."


Alih Bahasa dengan sedikit pengubahan dari artikel :

http://www.bbc.co.uk/sport/0/football/20851674

@Obinhartono1 on Twitter.

Rabu, 12 Desember 2012

Webster dan Bosman:Dua nama yang mengubah aturan transfer di dunia sepakbola


Di dalam era komersialisasi sepakbola saat ini,para pemain sepakbola profesional sebenarnya berhutang kepada dua nama: Jean Marc Bosman dan Andy Webster.Berikut saya bahas mengenai profil kedua figur ini dan dua perubahan yang mereka hasilkan di dunia sepakbola profesional

Jean-Marc Bosman (lahir 30 October 1964) berposisi seagai midfielder. Ia sempat bermain 86 kali untuk klub elit Belgia Standard Liege. Namun ia lebih terkenal dengan aturan transfer yang ia ciptakan: Bosman Ruling
Aturan Bosman (bahasa InggrisBosman Ruling) adalah setiap pemain mendapatkan hak setelah masa kontrak habis sesuai perjanjian dengan klub olahraga.
Jean-Marc Bosman, pemain di RFC Liege, klub divisi dua Liga Belgia. Kontraknya berakhir pada 1990 dan dia berniat pindah ke Dunkerque, klub di Prancis. Namun Dunkerque tidak memberikan kompensasi transfer yang cukup kepada RFC Liege. Klub Belgia itu menolak perpindahan Bosman.
Bosman sendiri bukan termasuk tim inti di RFC Liege sehingga gajinya pun diturunkan. Merasa teraniaya, Bosman membawa kasus itu ke European Court of Justice (ECJ) di Luxembourg. Setelah perjuangan yang panjang, dia memenangkan kasus tersebut dan pada 15 December 1995, pengadilan memberi pemain tersebut, dan juga semua pemain di Eropa, untuk bebas transfer setelah kontrak mereka habis.

Syarat-syarat aturan bosman:
1.   Melarang adanya harga transfer untuk pemain yang telah selesai masa kontraknya. Sebelum itu, klub bisa mendapatkan kompensasi dari transfer pemain meskipun pemain tersebut telah habis kontraknya. Selain itu, klub juga bisa mengganjal perpindahan pemain yang habis masa kontraknya ke klub lain.
2.   Klub tidak berhak menahan pemain yang masa kontraknya selesai untuk mendapatkan kompensasi. Pemain tersebut masuk kategori “bebas transfer”. Jika pemain tersebut menandatangani kontrak jutaan dolar, klub lamanya tidak mendapatkan apapun. Klub pembelinya bisa menjadikan nilai transaksi tersebut sebagai gaji bagi pemain tersebut dalam masa kontrak.
3.   Menolak batasan pemain asing yang boleh bermain dalam pertandingan di liga dalam negara-negara Eropa seperti yang diberlakukan UEFA. Sebelumya, UEFA menetapkan peraturan “tiga plus dua” untuk pemain asing yang turun dalam turnamen Eropa, yakni hanya boleh tiga pemain luar Uni Eropa dan dua pemain “asimilasi”, yakni pemain asing yang sudah bermain di liga melalui jalur pemain muda.


 Nasib Bosman: Bosman kemudian hanya bermain di liga-liga divisi rendah di Prancis, Reunion dan Belgia. Kini ia menjadi seorang alkoholik dan istrinya pun meninggalkan Bosman karena Bosman kini pengangguran. Sungguh ironis mengingat jasanya kepada pemain-pemain seperti Edgar Davids dan  transfer Steve McManaman ke Real Madrid yang fenomenal di kala itu serta nama-nama lain yang tidak bisa disebutkan


Andrew Neil "Andy" Webster (lahir di 23 April 1982 in Dundee, Scotland)  adalah centre back  asal Skotlandia yang bermain di Heart of Midlothian. Webster adalah pencipta aturan Webster.
Pada musim 2006-2007 Webster tidak mendapat tempat utama di skuad Heart Of Midlothian. Ia ingin pindah ke Wigan Athletic Webster pun lalu mencoba memanfaatkan Aturan FIFA Pasal 17 terkait Regulasi untuk Status dan Transfer Pemain yang diperkenalkan pada 2004. Di dalamnya, terdapat kalimat yang menyebutkan jika pemain dikontrak sebelum berusia 28 tahun, bisa “membeli” sisa kontraknya pada klub setelah kontraknya berjalan selama tiga tahun. Sedangkan untuk pemain diatas 28 tahun, durasi kontrak yang dilalui cukup dua tahun.
Dua peraturan tersebut memang menjadi cikal bakal semakin “berkuasanya” para pemain terhadap klub. Ketika ingin hengkang dari klub, mereka bisa dengan mudahnya berontak dan akhirnya klub pun melepasnya. Klub pun kini lebih teliti dalam menentukan detail kontrak baru antara klub dan pemain.
Nasib Webster:Setelah berhasil menyelesaikan kepindahannya ke Wigan Athletic,ternyata Webster hanya bermain di 4 pertandingan EPL selama tahun 2006-2008. Setelah bermain di Glasgow rangers,Bristol City dan Dundee United Webster kembali ke klub lamaya Hearts of Midlothian dan kembali dipanggil oleh Craig Levein ke timnas Skotlandia. Webster masih bernasib jauh lebih baik daripada Bosman

Oleh: @kristiantoagung
Kontributor Tidak Tetap @MEDIO_Club